Selasa, 28 Mei 2019
DUSUN TRADISIONAL SEMOKAN DESA SUKADANA BAYAN LOMBOK
Dusun Semokan Desa Sukadana,Kecamatan Bayan,Kabupaten Lombok Utara, merupakan dusun adat yang pola hidupnya masih sangat sederhana dan tetap memegang teguh nilai adat istiadat,budaya warisan dari nenek moyang mereka.Dusun yang nyaman dan sepi karena jauh dari keramaian.Dusun Semokan terletak sekitar 7 km dari Desa Sukadana atau sekitar 14 km dari ibu kota Kecamatan Bayan.50 km dari Tanjung ibu kota Kabupaten Lombok Utara. Jika kita ingin berkunjung ke Dusun Semokan maka kita dapat melalui perapatan Sukadana menuju ke arah utara melawati jalan aspal sepanjang 5 km.bila kita sudah sampai di Dusun Tapen maka perjalanan akan dilanjutkan dengan berjalan kaki menelusuri hutan dan melintasi tiga buah sungai.Dengan berjalan kaki sejauh 2 km kita akan sampai di Dusun tradisional Semokan.
Kehidupan masyarakat Dusun Semokan sangat sederhana dan unik dengan tetap memegang teguh norma-norma adat,dan budaya yang kuat. Masyarakat Dusun Semokan hanya diperbolehkan menanam padi, jarak, dan sayur-sayuran, mereka tidak diperbolehkan menanam dan membudidaya kan selain tanaman tersebut. Dan untuk hewan piaraan.mereka hanya boleh memelihara Kerbau, Kambing, dan Ayam,dan mereka tidak boleh memelihara hewan lainnya. Pada saat-saat tertentu mereka terbiasa mengadakan perburuan di sekitar hutan Gunung Rinjani.Peralatan hidup yang mereka gunakan juga masih sangat sederhana dan tradisional,seperti peralatan rumah tangga yang mereka gunakan hanya terbuat dari bahan tanah liat, sebab aturan adat mereka tidak memperbolehkan untuk menggunakan peralatan-peralatan modern yang terbuat dari bahan logam. Sebagai alat penerangan, masyarakat setempat hanya menggunakan Jojor (lampu yang mereka buat dari bahan jarak dan kapas).
Pakaian yang digunakan masyarakat setempat adalah pakaian adat,dalam berpakaian mereka tidak boleh menggunakan celana dalam dan BH bagi warga perempuannya. Suasana kampung yang dikelilingi oleh hutan belantara sangat nyaman dan damai, tidak ada hiruk pikuk dan polusi. Perkampungan ini terasa tenteram sebagai tempat menyepi menenangkan pikikiran yang ruwet,Suhu udara di dusun ini berkisar antara 28 hingga 30 ÂșC.Dusun semokan hanya dihuni oleh komunitas adat yang berjumlah 16 Kepala Keluarga. Di perkampungan ini tidak terdapat konstruksi rumah modern sebab masyarakat Dusun Semokan sangat menjaga kelestarian arsitektur tradisional yang mereka warisi dari nenek moyang mereka. Semua warga kampung membangun rumah dengan konstruksi Bale Mengina yang semua perabotnya terbuat dari bahan alami.
Masyarakat Dusun Semokan memiliki kebun adat yang mereka pagari dengan potongan-potongan bambo setinggi 2 meter. Kebun adat itu hanya berukuran 1 are (100 m2). Tanah tersebut hanya ditanami salaq yang dikelola dengan system adat dan apabila salak itu berbuah, maka setiap warga diperbolehkan untuk memetiknya setelah mendapat izin dari Amaq Lokak (tetua adat). Di tengah-tengah perkampungan terdapat sebuah sumur tua yang airnya cukup jernih dan di sebelah sumur itu ditaruh sebuah bong/gentong (tempat air yang terbuat dari bahan tanah liat). Sumur inilah yang dijadikan sebagai sumber air bersih bagi setiap warga kampung.Di tengah-tengah perkampungan Dusun Semokan terdapat sebuah Masjid Kuno yang bentuknya sangat unik. Masjid Kuno ini disebut dengan Masjid Kuno Semokan. Masjid ini dijadikan sebagai pusat pelaksanaan Tradisi Adat Gama masyarakat Desa Sukadana dan Desa Akar-Akar. Perlu diketahui bahwa Masjid Kuno Semokan merupakan masjid kuno yang keberadaannya lebih awal dari Masjid Kuno Bayan dan di masjid ini juga dilaksanakan ritual Adat Gama seperti Maulid Adat, Lebaran Adat, Gawe Alip, dan Lohoran. Masjid ini dijaga oleh seorang Kiyai Mudim yang ditunjuk oleh warga berdasarkan garis keturunnya. Di depan masjid terhapar halaman yang ditumbuhi oleh rumput (gegaba) yang hijau. Rumput itu terhampar di atas tanah seluas 1,5 are. Hamparan rumput ini memperindah suasan kampung dan di atas rumput inilah anak-anak warga Dusun Semokan menghabiskan waktunya untuk bermain dengan kawan-kawannya.
Satu yang berlaku dalam kehidupan masyarakat Dusun semokan adalah tidak diperbolehkannya setiap anggota masyarakat setempat untuk mendapatkan pendidikan atau dengan kata lain, setiap warga Dusun Semokan tidak diperbolehkan bersekolah sehingga sampai saat ini belum ada masyarakat setempat yang menikmati pendidikan formal mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Hal inilah yang kemudian menyebabkan tradisi dan sistem kehidupan masyarakat setempat yang sangat tradisional tidak berubah meskipun oleh perkembangan zaman.Dusun Semokan adalah satu-satunya perkampungan yang sangat unik di wilayah Kecamatan Bayan dan bahkan di wilayah Lombok Utara.
Masyarakat Adat Semokan sungguh luar biasa dalam mempertahankan konsep hidup tradisional danberpegang teguh kepada norma-norma adat dan budaya yang mereka warisi dari nenek moyang mereka. Jika anda ingin melihat masyarakat asli Lombok dengan keunikan konsep hidupnya maka berkunjunglah ke Dusun Semokan Desa Sukadana Kecamatan Bayan. Keunikan bentuk bangunan tradisional, suasana hutan yang rindang, dan gaya hidup tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Dusun Semokan adalah pesona wisata yang sungguh menakjubkan dan semuanya itu tidak akan pernah anda temukan di wilayah pulau Lombok lainnya. Perlu juga diketahui bahwa setiap pengunjung yang hendak memasuki Dusun Semokan diharuskan memakai pakaian adat/tradisional. Jika pengunjung tidak mengikuti ketentuan itu maka kehadiran mereka tidak akan diterima oleh warga setempat.Jika ingin berkomunikasi dengan masyarakat setempat ,maka pengunjung harus membawa seorang guide/pemandu yang menguasai bahasa Bayan Asli sebab tidak satupun masyarakat setempat yang dapat berkomunikasi dengan bahasa Indonesia.
TARI GEGEROK TANDAK LOLOAN BAYAN LOMBOK
Gegerok Tandak pada dasarnya berasal dari kata Barung dan Tandak. Barung artinya bareng atau bersama, sedangkan Tandak artinya metandang atau menari. Jadi Gegerok Tandak merupakan tarian yang dilakukan secara bersama.
Tarian Gegerok Tandak ini diartikan sebagai hiburan dengan perumpamaan binatang, karena sifat manusia yang selalu mengusik atau menggaggu merupakan sifat dari binatang, bukan sifat asli manusia. Perumpamaan binatang ini diambil dari jenis :
a. Babi identik dengan kata-kata MM
b. Burung Gagak dengan kata-kata Nyuk-nyuk
c. Kera dengan kata UU………………..
Gegerok Tandak merupakan jenis tarian yang pertama kali ada dalam wilayah Bayan, tanpa
menggunakan alat musik. Gegerok Tandak ini diperkirakan terbentuk sejak adanya islam di Bayan, hal ini disimpulkan dari fungsi Tarian Gegerok itu sendiri yang hanya digunakan untuk Ritual hitanan (sunatan).
Orang pertama kali yang memainkan adalah orang dari garis keturunan
Loloan Kecamatan Bayan,Kabupaten Lombok Utara , dan orang tersebut tidak diketahui nama lengkap dan tahun berapa
kejadiannya. Berdasarkan keterangan yang memiliki garis keturunan
tersebut adalah Amaq Nursawi, yang diketahui kakek dari Nitralip , dan diperkirakan hidup sekitar 1,5 abad
yang lalu.
Alasan dibuatnya tarian Gegerok Tandak adalah untuk mensukseskan prosesi kitanan. Dimana setiap orang yang melaksanakan qhitanan selalu mengundang keluarga besar dan para tetangga dan sahabat. Banyaknya orang yang hadir terkadang membuat prosesi qhitanan sedikit terganggu, hal ini disebabkan keinginan para keluarga melihat langsung acara tersebut, sehingga berdesakan. Faktor inilah yang menjadi alasan Tarian Gegerok ini dibuat ungtuk mengelilingi setiap prosesi inti supaya tidak terganggu oleh masyarakat banyak atau keluarga yang hadir.
Alasan dibuatnya tarian Gegerok Tandak adalah untuk mensukseskan prosesi kitanan. Dimana setiap orang yang melaksanakan qhitanan selalu mengundang keluarga besar dan para tetangga dan sahabat. Banyaknya orang yang hadir terkadang membuat prosesi qhitanan sedikit terganggu, hal ini disebabkan keinginan para keluarga melihat langsung acara tersebut, sehingga berdesakan. Faktor inilah yang menjadi alasan Tarian Gegerok ini dibuat ungtuk mengelilingi setiap prosesi inti supaya tidak terganggu oleh masyarakat banyak atau keluarga yang hadir.
Tarian Gegerok hanya digunakan pada saat ritual hitanan secara adat, dimana acara hitanan dengan malakukan prosesi majang. Majang merupakan menghiasi berugak dengan menggunakan kain oleh para pranata adat.Waktu dimainkan selain majang yaitu saat hitanan dan melusut. Melusut yaitu membuka kembali kain yang digunakan untuk menghiasi berugak. Jadi selama prosesi hitanan dimainkan selama 3 kali.
Pantun merupakan salah satu bentuk atau cara yang dianggap memiliki nilai seni dalam bahasa untuk menyampaikan niat kita kepada seseorang, baik niat yang sifatnya memberi nasehat, sindiran dan lain-lain.
Dalam istilah lokal, pantun disebut dengan “Onceq”. Jenis pantun yang digunakan bebas, bisa berupa nasehat atau lain sebagainya tergantung dari tujuan para peserta Gegerok Tandak itu sendiri.
Yang terlibat dalam tarian Gegerok Tandak ini adalah orang laki-laki yang ikut dalam acara qhitanan, yang menjadi paling inti adalah orang sebagai memimpinnya yang paling depan harus dari garis keturunan Gegerok Tandak (garis keturunan Loloan), sementara lainnya bebas.
Jumlah personil minimal 4 orang, maksimalnya sebanyak –banyaknya. Jumlah minimal tersebut, 1 orang sebagai pemimpin dan 3 orang lainnya sebagai pengiring. Jumlah maksimal yang dimaksud sebanyak-banyaknya adalah orang yang paling belakang sebagai peserta jangan sampai bertemu dengan pemimpinnya untuk mengelilingi berugak yang dipajang, jumlahnya sekitar 25 orang yang paling banyak.
Ada dua bagian proses dan tugas yang dilakukan dalam gegerok tandak, yaitu sebagai lawas dan Onceq.
a. Lawas, merupakan orang sebagai pemimpin dalam barisan. Tugasnya adalah sebagai pembuka tarian dengan menggunakan tembang dan juga mengatur barisan para peserta lainnya yang terkait dengan arah dan langkah.
b. Onceq, merupakan orang yang melawas atau mengungkapkan pantun secara bergantian. Hal ini dilakukan oleh siapa saja yang ikut dalam Tarian Gegerok tersbut, baik yang sebagai pemimpin maupun pesertanya.
Filosofinya Gegerok Tandak yaitu rasa kegotong royongan, berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing. Hal ini dibuktikan dengan berisan yang tidak boleh terputus, selalu berdekatan. Orang yang selalu berdekatan ini menunjukan kita tidak boleh putus hubungan silaturrahmi antar sesama, sehingga setiap beban yang dirasakan oleh orang lain kita harus bisa membantu sesuai dengan kemampuan. Begitu juga dengan kebahagiaan yang kita rasakan harus bisa dinikamti bersama.
DUSUN ADAT DASAN BELEQ GUMANTAR LOMBOK
Gumantar adalah salah satu desa dari delapan desa yang ada diwilayah Kecamatan Kayangan Lombok Utara Nusa Tenggara Barat ,Desa ini banyak meninggalkan beberapa situs sejarah yang bernuansa adat istiadatnya,yang berpusat di Dusun Dasan Beleq Gumantar.Masyarakat adat Dasan Beleq Gumantar yang berkaitan erat dengan ajaran Islam.Hal ini bisa dilihat dari situs budaya yang ada, terus hidup dan berkembang sejalan dengan ritme kehidupan masyarakat setempat.
Aspek kehidupan keagamaan terdapat di Dusun Dasan Beleq Gumantar ini, yaitu dengan adanya Mesjid Kuno yang ada sekarang adalah dibangun oleh para ulama’ penyebar agama Islam terdahulu. Situs situs sejarah peninggalan para penyebar agama Islam yang tedapat di Dusun Beleq Desa Gumantar Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara ,ada beberapa peninggalan bersejarah di
Dusun Dasan Beleq ini, diantaranya ‘Bale Bangar Gubuq’, yang oleh masyarakat setempat disebutnya Pagalan. Bale ini, terletak ditengah-tengah Gubuq Dasan Beleq, dengan ukuran 5x5 m.
Pada sekitar abad 16 Masehi, ketika agama Islam sudah mulai tersebar ke seluruh pelosok tanah air, tak terkecuali para penyebar ajaran Islam sampai juga ke wilayah utara lereng gunung Rinjani. Termasuk di gumi Dasan Beleq Gumantar ini.
Para penyebar agama Islam yang pertama kali datang ke Dusun Dasan Beleq Gumantar ,konon menurut cerita masyarakat setempat, diawali dari Gunung Rinjani. Penyebar agama Islam ini bernama Mak Beleq dan Kendi yang turun dari Gunung Rinjani, Mak Beleq dikenal dengan sebutan Datu Bayan.Sedangkan temannya yang bernama Kendi tadi, kala itu,tetap tinggal dan menyebarkan agama Islam di daerah Dasan Beleq dan sekitarnya.Diceritakan, sebelum sampai ke Dasan Beleq, para penyebar ajaran Islam (Mak Beleq dan Kendi) ini berhenti dulu di Pawang Semboya, untuk melihat sekeliling utara lereng gunung Rinjani, dan menetuntukan kearah mana nantinya tujuannya dalam menyebarkan ajaran Islam yang dibawanya. Setelah mantap keteguhan hatinya, maka dipilihlah suatu daerah sebagai tujuannya yang pertama dalam menyebarkan ajaran Islam. Daerah tersebut, sekarang dikenal dengan nama Dusun Dasan Beleq. Karena yang pertama kali datang ditempat itu bernama Mak Beleq, sebelum melanjutkan penyebarannya ke daerah Bayan.
Situs peninggalan sejarah yang lain di Dusun Dasan Beleq ini adalah Bale Adat yang berada di Pawang Gedeng/Pawang Adat, sekitar 400 meter kearah selatan Gubuq Dasan Beleq sekarang.
Bale adat yang berada ditengah Pawang Gedeng/Pawang Adat ini, terbuat dari anyaman bambu. Mulai dari atap hingga pagarnya seluruhnya terbuat dari bambu. Disamping Bale Adat ini, disebelah barat laut dari Bale Adat tersebut, didirikan ‘Berugak Agung’ sakenam, sebagai tempat persinggahan para tetua adat sebelum melaksanakan upacara ritual adat di Bale Adat tersebut. Selain sebagai tempat persinggahan para tetua adat sebelum melaksanakan upacara ritualnya, maka Berugak Agung ini, digunakan pula sebagai tempat mempersiapkan sesaji dan segala bentuk hidangan makanan yang disajikan dalam wadah yang disebut dulang, yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat adat yang hadir dalam upacara adat, usai melakukan upacara ritual di Bale Adat tersebut.
Masyarakat adat Dasan Beleq Gumantar mengadakan upacara ritual di Bale Adat yang berada di Pawang Gedeng dilaksanakan secara besar – besaran empat bulan sekali,upacara tersebut adalah upacara Buku Beleq. Dinakan upacara Buku Beleq ,karena upacara ini dilaksanakan empat bulan sekali secara besar-besaran. Namun pelaksanaan upacara ritual adat di Pawang Gedeng tersebut,tiap bulan juga dilaksanakan tetapi hanya sekedar upacara kecil-kecilan.Upacara Buku Beleq di Bale Adat dalam Pawang Gedeng ini, sebelum pelaksanaannya, masyarakat adat Dusun Dasan Beleq bergotong royong memperbaiki dulu atap dan pagar dari Bale Adat ,dan bambu lande yang digunakan untuk pemugaran diambil dari suatu tempat yang sudah ditentukan, yaitu dari daerah Tenggorong.Perbaikan ini, dilaksanakan selama 12 hari berturut-turut, hingga tiba waktunya pelaksanaan upacara adatnya.
Langganan:
Komentar (Atom)













